Sengaja tulis ini pakai akun misskey biar gak kejedot limit karakter.
Mengapa saya menggunakan dan menginstruksikan lingkungan yang berada dalam kendali saya menggunakan #podman bukan #docker dalam menjalankan #container
Pertama, docker membutuhkan daemon (yang defaultnya berjalan sebagai root) sedangkan podman sifatnya daemonless. Disini ada single point-of-failure. Sehingga jika ada bug atau apa, docker akan lebih rentan bisa menganggu host. Selain itu hal ini mengharuskan user yang ingin menjalankan container harus tergabung dalam group docker. Berbeda dengan podman dimana container yang dijalankan akan menjadi child-process dari user yang menjalankan.
Ada update pada runtime docker? Kita harus me-restart daemon docker dan artinya akan me-restart semua container yang berjalan.
Docker (katanya) fokus pada masing-masing container dan mengandalkan tool docker-compose untuk membungkus beberapa container, sedangkan podman mengenal konsep pod secara native yang menyerupai konsep pada pengoperasian #kubernetes. Bahkan podman bisa membuat yaml kubernetes dari pod.
Podman hanya kalah popular. Mungkin ini disebabkan karena docker adalah pelopor yang sukses. Mungkin anda akan berpikir kan banyaknya container-container yang tersedia adalah untuk docker seperti yang tersaji di Docker Hub. Tapi tahukah anda? Container image podman dan docker adalah sama, mengikuti standar OCI (Open Container Initiative). Jadi anda dapat menjalankan semua container image yang tersedia di Docker Hub dan container registry lain seperti #ghcr atau #quay dengan menggunakan podman.
Integrasi container-container dengan sistem juga akan lebih sederhana (kalau anda sudah menyadarinya). Docker menggunakan mekanisme sendiri untuk start/stop/restart container. Sedangkan container pada podman bisa sangat terintegrasi dengan #systemd, apalagi sejak dikenalkannya #quadlet. Format file quadlet sangatlah identik dengan file unit servis systemd. Dengan penggunaan quadlet, anda dapat start/stop/restart dengan menggunakan systemctl nya systemd.
PS: Penjelasan tadi adalah jawaban formal. Sebenarnya mengapa saya menggunakan podman adalah karena saya pengguna setia environment #Fedora dan #RHEL ✌✌✌✌✌
Remote
Adhidarma Hadiwinoto 
@adhisimon@misskey.sangeunahna.com
misskey 2026.10.0
No need to follow this account. It just supporting account of @adhisimon@mastodon.kodesumber.com@misskey.sangeunahna.com (the one you should follow) for posting with markdown.
0 Followers
0 Following
10 Posts
Main Fediverse Account:
@adhisimon@mastodon.kodesumber.com
Open post
Pindah kesini dulu, mau main #bubblegame
I ❤️#misskey
1
0
1
0
Open post
Kalian liat ini @semurjengkol@misskey.sangeunahna.com @babatraweuy@misskey.sangeunahna.com , biar @sakeudeung@misskey.sangeunahna.com gatal balik ke #misskey
#BubbleGame (normal)
SCORE: 8,684pt
#BubbleGame (normal)
SCORE: 8,684pt
1
0
1
0
Open post
My primary mission on this #misskey instance:
RE: https://misskey.sangeunahna.com/notes/akh4tjxwmfzr000w
Infiltrate and break @babatraweuy@misskey.sangeunahna.com #BubbleGame score record
RE: https://misskey.sangeunahna.com/notes/akh4tjxwmfzr000w
1
1
1
0
Open post
#BubbleGame (normal)
SCORE: 3,168pt
Parah hari ini, cuma dapat segini doang
0
2
0
0
Open post
#BubbleGame (normal)
SCORE: 3,757pt
Harus puas di bawah 4k
0
0
1
0
Open post
#BubbleGame (normal)
SCORE: 7,782pt
Aduuuuug kok gak mau ambles itu ditimpa malah mental 😭😭😭😭😭
0
3
1
0
Open post
Mantap @semurjengkol@misskey.sangeunahna.com, sudah agak enak dilihat lagi url-preview nya dah gak bolong-bolong.
Walau menurut aing sih tetap kalo masalah tampilan enak liat tampilan #mastodon dibanding #misskey. Link-preview di mastodon juga ukurannya pas, bisa jumbo tapi tetap pas. Tapi ini ya sekedar selera aing aja sih.
0
0
1
0
Open post
Hari ini ngeri banget #bubblegame #misskey pada kayak cacing kepanasan, dikit-dikit loncat
0
0
0
0